Menu
mediakoran.com

Dari Industri Musik ke Pengabdian Bangsa, Agus Sukirno Kembangkan P2GIM

  • Share

MeKo||Jakarta

Perjalanan hidup Agus Sukirno menjadi gambaran bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan. Berawal dari pengamen jalanan bermodalkan gitar, ia kini dikenal sebagai seniman, pengusaha industri musik, sekaligus inisiator, penggagas, pendiri, dan Ketua Umum Putra-Putri Generasi Indonesia Maju (P2GIM).

Perjalanan panjang tersebut dilalui dengan perjuangan, kerja keras, dan konsistensi. Dari kehidupan jalanan, Agus belajar tentang kemandirian, tanggung jawab, serta arti sebuah perjuangan. Pengalaman itu kemudian membawanya menekuni dunia seni dan industri musik secara profesional.

Ia mengembangkan kiprahnya sebagai penyanyi, pencipta lagu, komposer, hingga produser musik. Keseriusannya di industri tersebut juga diwujudkan melalui pendirian Panglima Records, yang dikelolanya sebagai Owner sekaligus CEO.

Pengalaman panjang di dunia seni dan usaha menjadi bekal bagi Agus untuk membangun gagasan yang lebih luas. Ia kemudian menginisiasi dan mendirikan P2GIM sebagai wadah persatuan, pemberdayaan masyarakat, serta pelestarian seni dan budaya Indonesia.

Agus mengatakan, pengalaman hidup yang pernah dilaluinya memberikan banyak pelajaran, terutama mengenai pentingnya kerja keras dan kesempatan untuk berkembang.

“Saya percaya bahwa masa lalu bukanlah batas untuk menentukan masa depan seseorang. Saya pernah berada di jalanan dengan gitar sebagai modal untuk bertahan hidup. Dari pengalaman itu, saya belajar tentang perjuangan, kerja keras, dan bagaimana membangun harapan,” ujar Agus Sukirno.

P2GIM Fokus pada Tujuh Bidang Strategis

Sebagai Ketua Umum, Agus mengarahkan P2GIM menjadi organisasi yang terbuka terhadap kolaborasi lintas profesi, komunitas, dan generasi. Organisasi ini diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi sekaligus berkontribusi dalam pembangunan nasional.

“P2GIM lahir dari semangat untuk menyatukan potensi anak bangsa. Saya ingin organisasi ini menjadi wadah yang terbuka bagi semua kalangan untuk berkolaborasi, berkarya, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta Indonesia,” jelasnya.

Dalam menjalankan programnya, P2GIM menetapkan tujuh bidang fokus strategis, yaitu seni dan budaya Indonesia, ekonomi kreatif dan UMKM, pertanian dan ketahanan pangan, pendidikan dan kepemudaan, sosial dan kemanusiaan, digitalisasi dan media center, serta kemitraan strategis.

Ketujuh bidang tersebut dirancang untuk mendorong pemberdayaan masyarakat, memperluas peluang ekonomi, menjaga kekayaan budaya Nusantara, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Kami ingin P2GIM hadir dengan program yang nyata, bukan sekadar organisasi yang memiliki nama dan struktur. Ada banyak potensi masyarakat yang perlu diberdayakan, mulai dari seni budaya, UMKM, pertanian, pendidikan, hingga pemanfaatan teknologi digital,” ungkap Agus.

Selain menjalankan program pemberdayaan, P2GIM juga membuka ruang sinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga negara, dunia usaha, komunitas, dan berbagai elemen masyarakat.

Melalui kolaborasi tersebut, P2GIM berkomitmen mendukung program pembangunan nasional sesuai kapasitas dan fungsi organisasi, dengan tetap berpedoman pada peraturan perundang-undangan.

Dari Pengalaman Hidup Menuju Pengabdian

Bagi Agus, setiap fase kehidupan memberikan pelajaran berharga. Dunia jalanan mengajarkannya bertahan, musik membentuk kreativitas, sedangkan dunia usaha memberinya pengalaman dalam membangun manajemen dan kepercayaan.

Kini, melalui P2GIM, pengalaman tersebut ingin diterjemahkan menjadi gerakan yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Ia berharap P2GIM tidak sekadar menjadi organisasi dengan struktur dan identitas kelembagaan, melainkan mampu menghadirkan program nyata, membangun jejaring, serta membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berkembang.

“Bagi saya, jabatan adalah amanah dan tanggung jawab. P2GIM harus dibangun dengan semangat kebersamaan, integritas, dan gotong royong. Saya berharap organisasi ini bisa menjadi jembatan kolaborasi untuk mendukung kemajuan bangsa,” tambahnya.

Perjalanan Agus Sukirno menjadi pengingat bahwa masa lalu tidak menentukan batas masa depan seseorang. Dari pengamen jalanan, ia membangun karier di industri musik hingga kini mengembangkan wadah pengabdian melalui P2GIM.

Dengan semangat persatuan dan kolaborasi, P2GIM diharapkan dapat mengambil bagian dalam memperkuat potensi masyarakat, melestarikan seni budaya, serta mendukung kemajuan Indonesia.

Dari perjuangan pribadi menuju pengabdian untuk bangsa.**

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *