Menu
mediakoran.com

Isu Ayam Berbau Menyeruak pada Program MBG di salah satu sekolah di Parung

  • Share

MeKo|| BogorĀ 

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Parung Kabupaten Bogor sempat memanas terkait temuan menu makanan yang membahayan anak , namun beruntung, salah satu menu tersebut belum.sempat dikonsumsi sehingga tidak terjadi kasus keracunan apapun.

Informasi ini mencuat setelah adanya laporan dari salah satu wali murid yang identitasnya tidak mau dibeberkan, bahwasannya ada temuan salah satu menu MBG adalah berupa hidangan Ayam matang namun berbau tidak sedap dan hal tersebut terjadi pada Jumat (27/02/2026).

Awalnya pihak Wali Murid sudah menyampaikan hal tersebut-berkali-kali kepada pihak pengelola MBG di sekolah yang bersangkutan, namun karena tidak mendapat tanggapan yang memuaskan dan kawatir hal tersebut dapat membahayakan siswa-siswi yang mengkonsumsinya, maka dengan terpaksa hal ini dibahas kepada pihak-pihak yang berwenang, dengan tujuan agar ditemukan solusi yang tepat dan tidak terulang kembali kasus ini.

Menanggapi hal ini, pihak media melakukan investigasi secara langsung kepada pihak sekolah yang menjadi tempat kejadian ini.
Selanjutnya hasil dari investigasi ini, Lutfi sebagai Penanggung Jawab di lokasi tersebut membenarkan kejadian ini dan menjadikan hal ini sebagai bahan evaluasi selanjutnya.

“Kami selaku Penanggungjawab MBG disini memohon maaf atas kelalaian kami dan kami akan berusaha untuk terus memperbaiki kinerja kami kedepan. Tapi kami yakinkan bahwa ini adalah kelalaian semata dan tidak ada unsur kesengajaan sama sekali,”ujar Lutfi kepada Media.

Sementara menurut Jul selaku Pengelola Dapur MBG menyatakan bahwa pihaknya akan memperketat pengawasan di seluruh Dapur MBG yang dikelolanya.

“Kejadian Ayam Berbau ini akan kami jadikan pelajaran berharga agar jangan sampai terulang kembali kedepannya. Dan tentunya kami juga tidak ingin jika terjadi , kasus keracunan makanan yang kami hidangkan dan kami akan memastikan jika menu yang kami berikan kepada anak-anak adalah menu yang layak dan bergizi,”ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan pada Kamis (05/03/2026) belum ada laporan kasus keracunan makanan yang lepih parah pada siswa-siswi.

Namun demikian, tentunya pihak Sekolah, Orang Tua maupun Media ingin pengawasan terus diperketat agar jangan sampai terjadi lagi kelalaian dan keteledoran yang mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *