MeKo || Jakarta
Di tengah tren musik yang serba cepat dan instan, dua penyanyi berbakat, Thata Imuth dan Dede Satria, hadir membawa karya yang lebih dalam dan penuh makna.

Keduanya resmi merilis single duet berjudul Doa di Langit Pagi, sebuah lagu yang menggambarkan sisi paling tulus dari cinta: merelakan, namun tetap mendoakan.
Single ini sudah dapat dinikmati di berbagai platform musik digital sejak 20 Maret 2026, lalu disusul perilisan video klip resmi pada 13 April 2026.
Dengan aransemen minimalis, Doa di Langit Pagi justru tampil kuat lewat vokal emosional dan lirik yang menyentuh. Lagu ini terasa intim, personal, dan dekat dengan pengalaman banyak orang.
Cinta yang Tak Harus Memiliki
Bukan sekadar lagu romansa, Doa di Langit Pagi menjadi cerminan kisah dua hati yang saling menemukan, namun tidak ditakdirkan untuk bersama.
Alih-alih memaksakan keadaan, lagu ini memilih jalan yang lebih damai: menerima, mengikhlaskan, lalu mendoakan.
Lagu ini ditulis oleh Syahroni atau Roni Neo, yang juga menangani aransemen dan penataan vokal bersama Eka Neo.
“Kami tidak ingin lagu ini terdengar sempurna, tapi kami ingin lagu ini terasa jujur,” ungkap Roni.
Harmoni Dua Karakter Berbeda
Thata Imuth dikenal memiliki perjalanan karier yang unik. Selain berkiprah di dunia musik sejak era Bintang Radio dan Televisi, ia juga aktif di bidang profesional sebagai IT Security Analyst dan dosen di Swiss German University.
Sementara itu, Dede Satria telah lama berkecimpung di industri musik dan perfilman Indonesia. Karakter vokalnya yang hangat dan stabil menjadi kekuatan tersendiri dalam duet ini.
Kolaborasi keduanya menghadirkan harmoni yang kuat, menyatukan dua karakter vokal berbeda dalam satu rasa yang sama.
Visual Sederhana nan Elegan
Proses produksi lagu ini dilakukan secara personal dan organik, tanpa dramatisasi berlebihan. Kekuatan cerita menjadi fokus utama.
Untuk sisi visual, konsep sederhana namun elegan diperkuat oleh sentuhan make-up artist Mira serta dukungan kostum dari MyOtis by Julianti dan Karpas Ethnic.
Pesan yang Menyentuh
Melalui lagu ini, Thata Imuth dan Dede Satria ingin mengingatkan bahwa tidak semua cinta harus dimiliki. Ada rasa yang cukup disimpan, dijaga, dan dipanjatkan lewat doa.
“Kadang yang paling tulus itu bukan yang bertahan, tapi yang memilih mendoakan, lalu mengikhlaskan.”
Lebih dari sekadar karya musik, Doa di Langit Pagi diharapkan bisa menjadi teman bagi mereka yang pernah mencintai dalam diam, sekaligus ruang refleksi untuk belajar menerima.
Thata Imuth menegaskan bahwa lagu ini tidak dibuat sekadar untuk mengejar popularitas.
“Kami nggak mau lagu ini cuma lewat. Kami nggak ngejar jadi yang paling viral. Kami ingin lagu ini jadi yang paling tinggal. Kalau ada yang merasa ditemani oleh lagu ini, itu sudah lebih dari cukup.”
Streaming & Media Sosial
Spotify: Doa di Langit Pagi
YouTube Official Video: Sudah tersedia di kanal resmi
Instagram Thata Imuth: @thataimuth
Instagram Dede Satria: @dedesatria_official
TikTok Thata Imuth: @thataimuthofficial
TikTok Dede Satria: @dedesatriaofficial











