MeKo | Bandung, Senin (27/7/2026) – Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Citarum Harum, Kolonel Inf. Yanto Kusno Hendarto, S.H., melakukan peninjauan langsung ke fasilitas Mesin Olah Runtah (Motah) 6 dan 69 yang berlokasi di Kelurahan Cigondewah Kaler, Kota Bandung, Senin (27/7/2026). Peninjauan dilakukan bersama Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang selama ini bertanggung jawab mengelola operasional Motah.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi fasilitas pengolahan sampah sekaligus mengevaluasi efektivitas operasional Motah dalam mendukung penanganan sampah di wilayah Kota Bandung, khususnya di tengah adanya pembatasan pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti.
Dalam keterangannya, Kolonel Inf. Yanto Kusno Hendarto mengatakan bahwa keberadaan Motah merupakan salah satu solusi jangka pendek yang sangat penting dalam membantu mengatasi persoalan sampah sebelum diterapkannya solusi lain yang lebih baik.
“Hari ini saya berada di Motah 6 dan 69 Cigondewah Kaler bersama KSM yang selama ini mengelola fasilitas ini. Motah menjadi salah satu solusi jangka pendek pada saat adanya pembatasan pengiriman sampah ke TPA Sarimukti, sambil mempersiapkan solusi penanganan sampah lainnya yang lebih komprehensif,” ujar Kolonel Inf. Yanto Kusno Hendarto.
Ia menjelaskan, di kawasan Cigondewah Kaler saat ini terdapat dua unit Motah yang selama ini berperan dalam mengolah sampah yang berasal dari tiga kelurahan di Kota Bandung. Keberadaan fasilitas tersebut dinilai sangat membantu dalam mengurangi volume sampah yang harus dibuang ke TPA.
Namun demikian, hasil peninjauan menunjukkan bahwa kondisi satu dari 2 unit Motah tersebut saat ini mengalami kerusakan. Mesin bantuan Satgas Citarum dan BBS tersebut tidak dapat beroperasi sehingga berdampak pada terjadinya penumpukan sampah di lokasi.
“Kondisi Motah bantuan Satgas Citarum dan BBWS saat ini mengalami kerusakan sehingga menyebabkan penumpukan sampah. Tentunya hal ini harus menjadi pemikiran dan perhatian kita bersama agar perbaikannya dapat segera dilakukan sehingga fasilitas ini dapat kembali beroperasi secara maksimal,” tegasnya.
Menurut pengelola Motah 6 dan 69 bpk usep, apabila kedua unit Motah dapat berfungsi secara optimal, kapasitas pengolahan sampah di lokasi tersebut bisa memusnahkan sekitar 20 ton per hari. Masing-masing unit memiliki kemampuan mengolah sekitar 10 ton sampah setiap hari sehingga dapat secara signifikan mengurangi beban pengangkutan sampah menuju TPA, kata pa usep tegas.
“Untuk memaksimalkan penanganan sampah agar tidak terjadi penumpukan, sampah yang dihasilkan masyarakat harus dapat diselesaikan melalui fasilitas Motah yang ada di Cigondewah Kaler ini. Dua unit Motah memiliki kapasitas sekitar 20 ton per hari atau masing-masing 10 ton per hari. Ini merupakan potensi yang harus kita manfaatkan secara maksimal,” ungkapnya.
Kolonel Inf. Yanto Kusno Hendarto berharap seluruh pihak dapat memberikan perhatian terhadap keberlangsungan operasional fasilitas pengolahan sampah tersebut. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan dinilai sangat diperlukan agar perbaikan dapat segera dilakukan dan pelayanan pengelolaan sampah kepada masyarakat kembali berjalan optimal.
Melalui optimalisasi operasional Motah, diharapkan penanganan sampah di wilayah Cigondewah Kaler dan sekitar kota bandung lainnya dapat berlangsung lebih efektif, mengurangi penumpukan sampah, serta mendukung upaya mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan sesuai semangat Program Citarum Harum.*””










