MeKo || Bogor
Bilabong, Kabupaten Bogor, menjadi saksi momentum penting bagi organisasi Formula. Kehadiran Ketua Umum PB Formula, Tuan Guru Drs. Dedi Hermanto, dalam agenda Halalbihalal dan Silaturahmi PD Formula Kabupaten Bogor, Minggu (26/4/2026), bukan sekadar seremoni tahunan.

Di hadapan ratusan anggota, pengurus, serta dihadiri para ulama, habaib, kyai, dan anggota dewan, Ketum PB Formula menyampaikan pesan yang dinilai sebagai sinyal kuat konsolidasi besar di tubuh organisasi.
Atmosfer kebersamaan terasa kental. Namun lebih dari itu, ada penegasan arah dan komando yang disampaikan secara terbuka dan tegas.
> “Kita tidak boleh hanya sekadar hadir. Formula harus menjadi kekuatan yang dirasakan manfaatnya oleh umat dan masyarakat. Momentum ini adalah titik menyatukan energi dan memperkuat barisan,” tegas Tuan Guru Dedi Hermanto.
Pernyataan tersebut langsung disambut antusias para kader yang memadati lokasi acara. Sorak dukungan menggema, menandakan soliditas yang kian menguat.
Tak berhenti di situ, Ketum PB juga mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan dan menutup celah perpecahan di internal organisasi.
> “Jangan beri ruang bagi perbedaan yang memecah. Kita satu visi, satu komando, dan satu tujuan: mengabdi untuk umat dan bangsa,” ujarnya lantang.
Kehadiran langsung Ketua Umum PB dinilai sebagai bentuk keseriusan dalam memperkuat struktur dan pergerakan daerah, khususnya di Kabupaten Bogor yang memiliki basis kader besar dan strategis.
Sejumlah peserta menyebut acara ini sebagai momentum kebangkitan semangat baru. Halalbihalal yang biasanya bernuansa silaturahmi berubah menjadi panggung konsolidasi penuh pesan strategis.
Sementara itu, Ketua PD Formula Kabupaten Bogor menyatakan kesiapan jajarannya untuk bergerak lebih aktif dan progresif pasca kegiatan tersebut.
“Kami siap menjalankan arahan Ketum. Bogor harus menjadi contoh soliditas dan kerja nyata Formula,” ujarnya.
Acara yang diisi tausiyah, doa bersama, serta ramah tamah itu pun menjadi lebih dari sekadar pertemuan. Bilabong hari itu menjelma menjadi titik temu gagasan, komitmen, dan penegasan arah perjuangan.
Satu komando telah ditegaskan. Kini publik menanti, sejauh mana konsolidasi ini akan diterjemahkan menjadi gerakan nyata di tengah masyarakat.











