MeKo || BOGOR
Desa Kemang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, mendadak semarak. Ribuan warga tumpah ruah mengikuti Karnaval Ngabesan dalam puncak peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Minggu (6/9/2026).

Mengusung tema “Mapag Pangaping Lembur Ngahijikeun Kulawarga Ageung Desa Kemang”, karnaval budaya tersebut mengambil rute dari depan Kantor Desa Kemang hingga batas RT 02/RW 01.
Tak sekadar menjadi ajang hiburan, Karnaval Ngabesan menjadi panggung besar bagi warga untuk menunjukkan kreativitas sekaligus mempertahankan kekayaan budaya lokal.
Berbagai atraksi ditampilkan. Mulai dari drum band, barongsai, kostum-kostum kreatif, hingga parade budaya Sunda. Pesertanya pun lintas generasi, mulai anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.
Antusiasme warga terlihat sepanjang jalur karnaval. Beragam kreasi yang ditampilkan membuat suasana perayaan kemerdekaan semakin meriah dan penuh warna.
Kades Kemang: Bukti Kebersamaan Warga
Kepala Desa Kemang, H. Entang Suana, S.E., mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan tersebut.
Menurutnya, Karnaval Ngabesan merupakan puncak rangkaian perayaan HUT RI ke-81 di Desa Kemang sekaligus menjadi momentum memperkuat kebersamaan masyarakat.
«“Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias. Ini merupakan puncak rangkaian HUT RI ke-81 Desa Kemang melalui karnaval budaya Ngabesan Jadul,” ujar Entang.»
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat menyukseskan kegiatan, mulai dari para ketua RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, majelis taklim, Linmas, BPD, LPM, kepala dusun, Amil, Karang Taruna, panitia, insan media, hingga seluruh elemen masyarakat Desa Kemang.
Ada yang Disayangkan
Di balik kemeriahan karnaval, Entang juga menyayangkan ketidakhadiran sejumlah unsur pemerintahan yang sebelumnya telah diundang, termasuk perwakilan Polsek dan Kecamatan Kemang.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat masyarakat. Karnaval tetap berjalan meriah dan mendapat sambutan antusias dari warga.
Karnaval Ngabesan akhirnya menjadi lebih dari sekadar perayaan HUT RI. Kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat Desa Kemang untuk ngahiji (bersatu), mempererat persaudaraan, menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya, sekaligus menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih hidup di tengah masyarakat.
Semangat kemerdekaan pun terasa bukan hanya melalui parade, tetapi juga melalui kekompakan warga yang bersama-sama menjaga dan merawat budaya lokal sebagai bagian dari identitas Desa Kemang.











