Menu
mediakoran.com

IMYF 2026: KAMMI Tegaskan Indonesia dari Swasembada Beras Menuju Kepemimpinan Pangan Dunia

  • Share

MeKo || JAKARTA

Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) menyampaikan capaian swasembada beras Indonesia serta komitmen generasi muda dalam memperkuat kedaulatan pangan nasional pada International Muslim Youth Forum (IMYF) 2026 yang diselenggarakan pada Jumat, 12 Juni 2026, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

Forum yang mengusung tema “Beyond Borders: Empowering Muslim Youth for Global Collaboration, Peace and Sustainable Development” tersebut dihadiri delegasi pemuda dari Indonesia, Malaysia, Pakistan, Bangladesh, Turki, Palestina, dan sejumlah negara lainnya. Kegiatan ini menjadi wadah bagi pemuda Muslim dunia untuk memperkuat kolaborasi internasional, membangun perdamaian, mengembangkan kepemimpinan global, serta mendorong pembangunan berkelanjutan dalam menjawab berbagai tantangan dunia.

Selain menjadi ruang penguatan jejaring internasional, IMYF 2026 juga membahas berbagai isu strategis yang dihadapi generasi muda dunia, mulai dari ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kewirausahaan sosial, inovasi digital, lingkungan hidup, hingga penguatan solidaritas kemanusiaan terhadap Palestina. Para peserta sepakat bahwa pemuda harus menjadi bagian dari solusi global melalui kolaborasi dan aksi nyata lintas negara.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PP KAMMI, Ahmad Jundi Khalifatullah, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki pengalaman penting yang dapat dibagikan kepada dunia, khususnya dalam upaya mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional. Menurutnya, isu pangan saat ini tidak lagi menjadi persoalan domestik suatu negara, melainkan telah menjadi isu strategis global yang menentukan stabilitas ekonomi, sosial, dan politik dunia.

Jundi menjelaskan bahwa capaian swasembada beras Indonesia pada tahun 2025 merupakan hasil dari kerja bersama berbagai pihak, mulai dari petani, pemerintah, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat. Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa negara berkembang mampu membangun sistem pangan yang kuat apabila didukung oleh kebijakan yang tepat, peningkatan produktivitas pertanian, dan keberpihakan kepada petani sebagai aktor utama sektor pangan.

Menurutnya, keberhasilan Indonesia dalam memperkuat produksi pangan nasional harus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk kembali melihat sektor pertanian sebagai bidang yang strategis dan menjanjikan. Ia menilai pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam pembangunan pangan, melainkan harus terlibat sebagai penggerak inovasi, teknologi, kewirausahaan, serta penguatan kelembagaan pertanian di berbagai daerah.

“Indonesia telah membuktikan bahwa swasembada beras dapat diwujudkan melalui kerja keras dan kolaborasi seluruh elemen bangsa. Karena itu, generasi muda Indonesia siap bahu membahu menjaga dan memperkuat kedaulatan pangan nasional. Kami percaya bahwa masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan kita menjamin ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat,” ujar Jundi.

Ia menambahkan bahwa tantangan perubahan iklim, pertumbuhan penduduk dunia, serta ketidakpastian geopolitik akan membuat isu pangan semakin penting di masa depan. Oleh karena itu, kerja sama antarnegara dan keterlibatan generasi muda menjadi kunci dalam membangun sistem pangan yang tangguh, adil, dan berkelanjutan.

Sementara itu diluar forum IMYF 2026, Ketua Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan PP KAMMI, Aulia Furqon, menyampaikan bahwa Indonesia tidak hanya berupaya memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri, tetapi juga mulai menunjukkan kepemimpinan global melalui diplomasi pangan. Menurutnya, salah satu bentuk nyata komitmen tersebut adalah pengiriman 10.000 ton beras ke Palestina pada tahun 2025 yang difasilitasi oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan terhadap masyarakat yang terdampak konflik.

“Pengiriman 10.000 ton beras ke Palestina menjadi bukti bahwa Indonesia siap mengambil bagian dalam pemenuhan pangan dunia. Ketika banyak negara menghadapi tantangan pangan, Indonesia hadir tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya sendiri, tetapi juga membantu masyarakat dunia yang membutuhkan. Ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan dapat menjadi instrumen solidaritas, diplomasi, dan perdamaian antarbangsa,” ujar Furqon.

Melalui IMYF 2026, PP KAMMI menegaskan bahwa pemuda Muslim dunia tidak hanya memiliki tanggung jawab menjaga perdamaian dan keadilan global, tetapi juga mengambil peran aktif dalam mewujudkan ketahanan pangan sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan umat manusia. Forum ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya kolaborasi yang lebih kuat antar pemuda lintas negara untuk menjawab berbagai tantangan global, mulai dari krisis pangan, kemiskinan, konflik kemanusiaan, hingga perubahan iklim.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *