MeKo || Bogor
Desa Tamansari kembali menunjukkan prestasinya dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-48 tingkat Kecamatan Tamansari. Dalam perlombaan yang diikuti seluruh desa se-Kecamatan Tamansari, Desa Tamansari berhasil meraih lima medali emas dan dua medali perunggu sekaligus mengantarkan desa tersebut sebagai juara umum MTQ tingkat Kecamatan Tamansari tahun 2026.
Kepala Desa Tamansari, Sunandar, mengatakan prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi pemerintah desa dan seluruh masyarakat Tamansari. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari tingkat desa hingga pembinaan di lingkungan pesantren.
“Kegiatan di Kecamatan Tamansari, yaitu perlombaan MTQ ke-48 pada tanggal 26/8/2026 yang diikuti seluruh desa dengan beberapa cabang lomba, Desa Tamansari mendapatkan lima emas dan dua perunggu. Dengan perolehan tersebut, Desa Tamansari menjadi juara umum MTQ tingkat kecamatan,” ujar Sunandar, Kamis (27/8/2026).
Sunandar menjelaskan, prestasi tersebut diraih dari sejumlah kategori lomba murottal dan tilawah. Untuk cabang murottal putra dan putri, peserta Desa Tamansari berhasil meraih peringkat pertama.
Sementara pada cabang tilawah, tilawah anak putra meraih peringkat ketiga, tilawah remaja putra dan putri masing-masing meraih peringkat pertama, tilawah dewasa putri meraih peringkat pertama, sedangkan tilawah dewasa putra memperoleh peringkat ketiga.
“Untuk perlombaan murottal dan tilawah ada tiga kategori, yaitu tingkat anak, remaja, dan dewasa. Alhamdulillah, anak-anak kita mampu memberikan hasil yang terbaik,” katanya.
Menurut Sunandar, para peserta yang mewakili Desa Tamansari dalam MTQ tingkat kecamatan sebelumnya telah melalui proses seleksi di tingkat desa. Seleksi dilakukan melalui perlombaan MTQ tingkat Desa Tamansari, kemudian para peserta yang terpilih mendapatkan pembinaan lebih lanjut di pesantren masing-masing.
“Jadi mereka tidak langsung mengikuti lomba di tingkat kecamatan. Sebelumnya sudah dilakukan seleksi di tingkat desa dan kemudian dilakukan pembinaan di pesantren masing-masing,” jelasnya.
Atas keberhasilan tersebut, Pemerintah Desa Tamansari juga berkomitmen memberikan apresiasi kepada para peserta dan pemenang. Selain penghargaan dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa akan membantu mengakomodasi kebutuhan para peserta dalam mengikuti berbagai kegiatan, termasuk transportasi dan kebutuhan pendukung lainnya.
Sunandar menegaskan, keberhasilan mempertahankan prestasi tersebut bukan sekadar persoalan mendapatkan piala, tetapi juga menjadi bukti bahwa pembinaan generasi Qurani di Desa Tamansari terus berjalan.
Lebih membanggakan lagi, predikat juara umum MTQ tahun 2026 menjadi gelar juara umum keempat bagi Desa Tamansari. Sebelumnya, desa tersebut telah tiga kali berturut-turut meraih juara umum hingga berhasil memperoleh piala bergilir dan menjadikannya sebagai piala tetap.
“Ini tentunya menjadi kebanggaan bagi kami Pemerintah Desa Tamansari dan seluruh masyarakat. Mudah-mudahan prestasi ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan,” tutur Sunandar.
Dorong Generasi Muda Cintai Al-Quran
Sunandar berharap keberhasilan para peserta MTQ tidak berhenti pada prestasi perlombaan. Ia ingin para juara tetap konsisten belajar, meningkatkan kemampuan membaca dan memahami Al-Quran, serta menjadi teladan bagi generasi muda lainnya.
“Saya berharap kepada para pemenang jangan cepat puas dengan hasil yang sudah diraih. Terus belajar, terus berlatih dan tingkatkan kemampuan. Prestasi ini harus menjadi motivasi untuk meraih prestasi yang lebih tinggi lagi
“Harapan saya kepada seluruh santriwan dan santriwati di Desa Tamansari, teruslah belajar dan mencintai Al-Quran. Jangan hanya mengejar prestasi dalam perlombaan, tetapi yang paling penting bagaimana ilmu agama dan nilai-nilai Al-Quran dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya











