MeKo || Bogor
Kepala Desa Parakan Muncang, Kecamatan nanggung Kabupaten Bogor, Maulidin, menyampaikan sejumlah perkembangan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di desanya.
Salah satunya adalah program Sekolah Desa. Maulidin menjelaskan bahwa kuota pendaftaran ke Universitas Pinus terdiri dari tiga orang dari masyarakat dan satu orang dari perangkat desa. Karena dari perangkat desa tidak ada yang mendaftar, maka kuota tersebut dialihkan kepada masyarakat. Saat ini tercatat ada empat orang warga masyarakat yang telah mendaftar.
Di bidang pembangunan fisik, Bantuan Keuangan (Bankeu) Infrastruktur Tahun 2026 saat ini difokuskan di RW 09 kawasan Dayeuh. Pekerjaan tahap berupa pengaspalan hotmix, dan tahap kedua nanti akan dilanjutkan ke RW 01.
Selain infrastruktur, pemerintah desa juga sedang menjalankan digitalisasi desa. Mauludin menyebutkan bahwa ini merupakan arahan Bupati Bogor untuk mendapatkan data yang presisi. Tim khusus telah dibentuk dan saat ini proses pengumpulan data sedang berjalan.
Tidak hanya itu, di kawasan yang sama, RW 09, juga akan dibangun program Kampung Ramah Lingkungan yang mencakup pengelolaan sampah terpadu. Kedua program, Dayeuh dan Kampung Ramah Lingkungan, akan berjalan bersamaan dan saling mendukung.
“Tahap satu Bankeu di RW 09 sedang berjalan, tahap dua nanti di RW 01 pekerjaannya berupa pengaspalan hotmix,” jelas Maulidin.
Diakhir pernyataannya, Maulidin menyampaikan apresiasi mendalam kepada Bupati Bogor dan Wakil Bupati Bogor.
“Di tengah efisiensi anggaran, kami sangat berterima kasih karena pemerintah daerah tetap memprioritaskan desa-desa dengan mengalokasikan Bantuan Keuangan maksimal hingga Rp1,5 miliar per desa. Harapannya, program ini terus bergulir dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat,” pungkasnya.(imas











