MeKo|| Jakarta
Grup vokal NTS kembali menunjukkan eksistensinya di industri hiburan Tanah Air lewat penampilan memukau empat gadis GenZ berbakat dengan karakter vokal yang kuat dan penuh energi.
Salah satu momen paling mencuri perhatian publik adalah aksi Ara Carrisa yang membawakan ulang lagu legendaris Indonesia, Dealova.
Penampilan tersebut menjadi kali pertama Ara Carrisa kembali menyanyikan lagu pop Indonesia di atas panggung.
Keberaniannya menginterpretasikan ulang Dealova dengan sentuhan khas generasi muda menuai banyak pujian. Ara dinilai sukses menghidupkan kembali lagu populer tersebut dengan nuansa segar tanpa menghilangkan ruh aslinya.
Tak kalah menarik, anggota NTS lainnya, Jannesa Shane Putri, juga tampil gemilang saat membawakan lagu berbahasa Inggris yang dikenal memiliki tingkat kesulitan vokal cukup tinggi.
Dengan teknik vokal yang matang dan kontrol suara yang baik, Jannesa mampu mengeksekusi lagu tersebut dengan percaya diri.
Menurut Jannesa, rasa percaya diri menjadi kunci utama dalam bernyanyi di atas panggung.
“Kalau kita tampil pede, suara tinggi dan rendah bisa kita atur,” ujarnya.
Selain dikenal sebagai penyanyi, Jannesa Shane Putri juga memiliki kemampuan lain di bidang presenter atau MC serta aktif di olahraga basket. Ia menekankan pentingnya manajemen waktu agar seluruh potensi yang dimiliki dapat berkembang secara seimbang.
Grup NTS sendiri beranggotakan empat gadis berbakat, yakni Keke Azalea, Cindy Queenara, Jannesa Shane Putri, dan Ara Carrisa. Kekompakan mereka terlihat jelas, baik saat latihan maupun ketika tampil di atas panggung. Suasana kebersamaan yang dipenuhi canda dan semangat positif menjadi salah satu kekuatan utama NTS.
Di balik performa solid para anggota, terdapat peran penting Nilam Topodade sebagai pelatih. Ia dikenal menerapkan disiplin ketat untuk membentuk mental, karakter, dan kesiapan para anggota saat tampil di hadapan publik. Pola latihan tersebut dinilai efektif dalam menanamkan profesionalisme sejak dini.
Sementara itu, CEO Esteg menyampaikan bahwa NTS dipersiapkan bukan sekadar sebagai grup vokal, melainkan sebagai wadah pembinaan generasi muda berprestasi.
“NTS kami latih bukan hanya soal bernyanyi, tapi juga karakter, mental panggung, dan prestasi,” ujarnya.
Ke depan, NTS 2026 ditargetkan menjadi representasi generasi muda Indonesia yang berkarakter, berprestasi, dan mampu bersaing di industri hiburan nasional.











