Menu
mediakoran.com

SOLIDARITAS BALI UNTUK ACEH-SUMATERA! Malam 31 Des 2025: Doa Bersama Bawa Harapan untuk Seluruh Tanah Air

  • Share

MeKo|| BADUNG, BALI

02 Januari 2026 – Saat dunia meriah menyambut tahun baru, hati Indonesia berdetak dalam doa dan refleksi di tanah dewata. Organisasi Kemasyarakatan Setya Kita Pancasila (SKP) bersama Manggala Taksu Agung menggelar Malam Doa Bersama dan Refleksi Kebangsaan yang sarat dengan semangat Bhineka Tunggal Ika dan cinta tanah air, pada Rabu malam, 31 Desember 2025, di Kediaman Pembina SKP DPW Bali, Jro Gde Widiarta.

DOA KHUSUS UNTUK SAUDARA DI ACEH-SUMATERA DAN KEPEMIMPINAN NEGARA

Dihadiri oleh jajaran pengurus SKP pusat, tokoh adat, para mangku, dan masyarakat adat Bali pada tanggal tersebut, acara ini bukan hanya perayaan pergantian tahun – melainkan wujud nyata bagaimana kekuatan spiritual dan budaya Indonesia bersatu untuk kesejahteraan bangsa. Doa yang dipanjatkan secara khidmat fokus pada keselamatan dan pemulihan wilayah Aceh dan Sumatera, serta diberikan berkah kesehatan, kekuatan, dan kebijaksanaan bagi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam memimpin bangsa menuju kejayaan yang berdaulat dan penuh integritas.

“Kita satu darah, satu tanah air – kesusahan saudara di ujung barat adalah kesusahan kita semua di Bali. Semoga Tuhan Yang Maha Esa lindungi Indonesia utuh, dan beri hikmat kepada Presiden agar bisa membawa kita ke arah yang lebih baik,” tegas Andreas Sumual, Ketua Umum DPP SKP, dalam arahannya yang penuh semangat kebangsaan pada malam pergantian tahun 31 Desember 2025.

Acara yang berlangsung pada akhir tahun 2025 tersebut juga menjadi bukti bagaimana nilai-nilai Pancasila menyatu erat dengan kearifan lokal Bali. Jro Gde Widiarta, ST, Ketua Manggala Taksu Agung sekaligus tokoh spiritual Bali, menganugerahkan Gelar Anggota Kehormatan Manggala Taksu Agung sekaligus Warga Adat Bali kepada Andreas Sumual dan Meyske Yunita, Sekretaris Jenderal DPP SKP, dalam prosesi adat yang dilaksanakan tepat pada malam 31 Desember 2025. Penganugerahan ini bukan sekadar gelar – melainkan simbol bahwa perjuangan untuk persatuan bangsa selalu didukung oleh kekayaan budaya dan spiritualitas daerah masing-masing.

Meyske Yunita yang penuh semangat menambahkan pada tanggal pelaksanaan kegiatan tersebut, “Kita tidak hanya menjaga persatuan, tapi juga berkomitmen membersihkan bangsa dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Ini adalah bagian dari cinta tanah air kita – menjaga martabat Indonesia agar tetap mulia!”

Tak lengkap rasanya perayaan pada malam 31 Desember 2025 tanpa kehangatan kebersamaan. Acara ditutup dengan tiupan lilin dan pemotongan kue dalam rangka HUT ke-5 Setya Kita Pancasila, yang dirangkaikan dengan merayakan ulang tahun anggota SKP yang lahir di bulan Desember 2025. Suasana kekeluargaan meliputi semua hadirin, tanpa memandang latar belakang budaya atau keyakinan – betapa indahnya wajah Indonesia yang rukun dan berbhineka!

Menyongsong tahun 2026 setelah acara yang diadakan pada 31 Desember 2025, Setya Kita Pancasila siap bersinergi dengan seluruh elemen bangsa, menyalakan api cinta tanah air dan Pancasila di setiap sudut kehidupan berbangsa dan bernegara.

Jurnalis Romo Kefas

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *