Menu
mediakoran.com

Polemik Beasiswa LPDP, Irawati Puteri Dituding Tak Penuhi Kewajiban LPDP

  • Share

MeKo || JAKARTA

Sosok Irawati Puteri tengah menjadi sorotan warganet setelah muncul berbagai tuduhan terkait kewajiban sebagai penerima beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Isu tersebut ramai diperbincangkan di media sosial sejak Senin (30/3/2026).

Melalui unggahan akun Instagram @kawalirawatiputeri, Irawati disebut menempuh studi S2 di Stanford Law School dengan pendanaan dari LPDP.

Namun, ia dituding belum memenuhi kewajiban untuk kembali dan berkontribusi di Indonesia sesuai ketentuan program beasiswa.

Akun tersebut juga menuding adanya pelanggaran integritas akademik dalam proses penerimaan, termasuk dugaan ketidakjujuran terkait riwayat akademik sebelumnya. Selain itu, Irawati disebut menunda kepulangan ke Indonesia dan memilih menetap di Amerika Serikat, bahkan menikah dengan warga negara setempat serta mengurus izin tinggal pada 2025.

Tidak hanya itu, ia juga dikritik karena mendirikan perusahaan berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama Legali AI sebelum menyelesaikan kewajiban pengabdian sebagai alumni LPDP.

Tuduhan lain menyebutkan adanya riwayat sanksi disiplin saat menempuh pendidikan di Universitas Indonesia yang diduga tidak diungkapkan dalam proses pendaftaran.

Menanggapi berbagai tuduhan tersebut, Irawati Puteri akhirnya memberikan klarifikasi melalui akun Instagram resminya @irawatiputeri.

Ia menyatakan telah membuka kanal resmi bersama kuasa hukum untuk menampung setiap klaim atau tuduhan yang ditujukan kepadanya. Menurutnya, hingga saat ini belum ada pihak yang menyampaikan keberatan atau tuduhan secara langsung melalui jalur tersebut.

“Saya selalu transparan terhadap semua aktivitas saya, termasuk pendirian Legali,” ujar Irawati.

Ia juga menegaskan bahwa selama ini telah menjaga komunikasi aktif dengan LPDP dan menjalankan kewajiban sesuai aturan yang berlaku, yakni skema 2N+1 (dua kali masa studi ditambah satu tahun).

“Saya telah dan akan terus melakukan kontribusi secara konsisten,” tambahnya.

Lebih lanjut, Irawati menyampaikan bahwa dirinya telah berada di Indonesia sejak Agustus 2023. Ia pun mengapresiasi kritik yang bersifat membangun, namun mengimbau agar setiap tuduhan disampaikan melalui kanal resmi yang telah disediakan yakni bit.ly/PenyampaianKlaimTerkaitIrawatiPuteri

Langkah ini, menurutnya, penting untuk memastikan setiap informasi yang beredar dapat diverifikasi secara objektif dan bertanggung jawab.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *