Menu
mediakoran.com

Pesan Damai dari Bekasi! PGLII Gelar Natal Penuh Haru dan Persatuan Gereja

  • Share

MeKo||BEKASI

Sukacita, haru, dan semangat persatuan gereja terasa begitu kuat dalam Perayaan Natal Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) Kota Bekasi yang digelar pada Sabtu, 7 Februari 2026, di GBI Hope Galaxy, Jalan Gardenia II Nomor 35, Grand Galaxy Park, Bekasi Selatan.

Ibadah yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri sekitar 100 hingga 200 pengurus gereja, pelayan Tuhan, serta tim pendoa lintas denominasi. Kebersamaan yang terbangun dalam ibadah ini menjadi simbol kuat persatuan gereja Injili di Kota Bekasi.

Perayaan Natal kali ini mengusung tema nasional PGLII 2025, “Allah Mengutus Anak-Nya Supaya Dunia Diselamatkan Melalui Dia” yang diambil dari Yohanes 3:17. Tema tersebut menegaskan bahwa kelahiran Yesus Kristus merupakan wujud kasih Allah yang membawa keselamatan dan pengharapan bagi umat manusia.

Salah satu momen yang paling menyentuh dalam ibadah tersebut adalah prosesi penyalaan 17 lilin persatuan gereja. Prosesi sakral ini melibatkan berbagai gereja dan lembaga pelayanan yang tergabung dalam PGLII Kota Bekasi, yaitu GBI Hope, GKII, GKRI, KINGMI, YHBS, GPIN, GPII Gunung Horeb, GIDI Jatiasih, GKIN Jayisampurna, GAA Bekasi, GEKARI Pekayon, GISI, GJKI, Mahanaim, serta GPI Jalan Suci, bersama unsur PGLII Pusat dan Bimas Kristen Kota Bekasi.

Prosesi penyalaan lilin menjadi simbol bahwa gereja-gereja tetap bersatu membawa terang Kristus di tengah masyarakat yang majemuk.

Pelayanan firman dalam ibadah disampaikan langsung oleh Ketua Umum PGLII, Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th, yang menegaskan bahwa Natal adalah momentum gereja untuk kembali menghadirkan kasih Allah di tengah dunia.

Sementara itu, Ketua PGLII Kota Bekasi, Pdt. Djajang Buntoro, M.Th, menegaskan bahwa Natal tidak boleh hanya dipahami sebagai perayaan seremonial, tetapi harus menjadi gerakan nyata dalam kehidupan umat.

“Natal mengingatkan kita bahwa kasih Allah melalui kelahiran Yesus Kristus adalah kabar keselamatan bagi semua manusia. Gereja tidak boleh hanya merayakan Natal di dalam gedung ibadah, tetapi harus menghadirkan terang Kristus dalam kehidupan sosial, kebangsaan, dan kemanusiaan,” ujarnya saat diwawancarai awak media.

Menurutnya, kebersamaan lintas denominasi dalam perayaan tersebut menunjukkan komitmen gereja untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat pelayanan kepada masyarakat.

“Gereja harus menjadi sumber pengharapan, pembawa damai, dan mitra strategis dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun dan bermartabat. Inilah panggilan gereja di tengah bangsa,” tambahnya.

Ibadah Natal semakin khidmat ketika doa syafaat dipimpin oleh Ibu Imelda dari Mahanaim, yang menaikkan doa bagi gereja, bangsa Indonesia, dan masyarakat Kota Bekasi agar senantiasa hidup dalam damai dan kasih Tuhan.

Perayaan Natal PGLII Kota Bekasi tahun ini menjadi pengingat bahwa pesan Natal bukan hanya tentang perayaan tahunan, melainkan panggilan bagi gereja untuk menghadirkan terang, pengharapan, dan keselamatan bagi dunia.

Jurnalis Romo Kefas

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *