MeKo || Jakarta, Selasa, 7 April 2026
jajaran Pengurus Besar Forum Ulama dan Aktivis Islam (PB FORMULA) menghadiri undangan dari Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Kabinet Merah Putih periode 2024–2029, Yusril Ihza Mahendra.

Pertemuan yang berlangsung di ruang utama kantor Menko Kumham Imipas tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Hal ini tidak terlepas dari hubungan lama antara Ketua Umum PB FORMULA, Tuan Guru Drs. Dedi Hermanto, dengan Prof. Yusril.

Dalam pertemuan tersebut terungkap bahwa Tuan Guru Dedi Hermanto merupakan salah satu kawan lama sekaligus pendukung utama Yusril saat wacana pencalonannya dalam ajang Pilkada DKI Jakarta 2017. Saat itu, berbagai upaya dilakukan untuk menggalang dukungan, baik melalui jalur independen maupun komunikasi dengan sejumlah partai politik untuk membentuk poros alternatif. Namun pada akhirnya, Yusril tidak maju dalam kontestasi tersebut.
Pada masa itu pula, Tuan Guru Dedi Hermanto bersama Ferry Affriaansah Noor membentuk tim relawan bernama “Relawan Duta Yusril”. Ferry Affriaansah Noor dipercaya sebagai Ketua Relawan, sementara Tuan Guru Dedi Hermanto menjabat sebagai Sekretaris.
Pertemuan di kantor Menteri tersebut pun berubah menjadi ajang reuni sekaligus nostalgia perjalanan politik masa lalu. Dalam suasana santai, Prof. Yusril sempat berbagi cerita mengenai dinamika politik yang pernah ia alami, termasuk pengalaman yang menurutnya beberapa kali “di-PHP” oleh partai-partai besar. Meski demikian, ia mengaku menyerahkan seluruh perjalanan hidupnya kepada kehendak Allah SWT.
“Semua saya serahkan kepada Allah. Mungkin ini yang terbaik yang Allah berikan,” ungkapnya dalam pertemuan tersebut.
Selain bernostalgia, pertemuan itu juga dimanfaatkan untuk membahas kerja sama strategis antara PB FORMULA dan Kemenko Kumham Imipas. Tuan Guru Dedi Hermanto menawarkan program kolaborasi dalam bidang pemberdayaan karakter building nasional dan spiritual bangsa Indonesia, khususnya di lingkungan Kemenko Kumham Imipas.
Program tersebut direncanakan dalam bentuk pelatihan dan pendidikan serta pelatihan (diklat) guna memperkuat integritas, moralitas, dan spiritualitas aparatur negara. Prof. Yusril menyambut baik gagasan tersebut dan menyatakan dukungannya.
Menurut Tuan Guru Dedi, Indonesia saat ini menghadapi tantangan serius dalam aspek kepemimpinan moral.
“Indonesia sekarang ini sedang mengalami krisis kepemimpinan yang profesional, jujur, berakhlak dan tangguh. Karena memang tugas ulama adalah menjadi penjaga ketahanan karakter dan mental spiritual bangsa Indonesia agar Indonesia tetap memiliki ruh,” ujar Tuan Guru Dedi.
Ia juga menegaskan bahwa pembangunan fisik semata tidak cukup tanpa diimbangi dengan kualitas moral para pemimpin bangsa.
“Buat apa ada pembangunan fisik, tapi kalau mental pemimpin bangsa bobrok dan hancur berantakan,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Tuan Guru Dedi juga menyampaikan kritik sosial yang cukup tajam terhadap kondisi bangsa.
“Indonesia tidak miskin, tetapi dimiskinkan oleh para pejabat yang mentalnya miskin,” ungkapnya.
Pertemuan yang berlangsung hampir tiga jam tersebut juga membahas sejumlah isu internasional, termasuk perkembangan situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang tengah bergejolak serta sikap dan posisi pemerintah Indonesia dalam menyikapi dinamika tersebut.
Menjelang akhir pertemuan, Tuan Guru Dedi Hermanto sempat melontarkan pertanyaan bernuansa politis kepada Prof. Yusril mengenai kemungkinan dirinya kembali maju dalam kontestasi politik nasional pada tahun 2029.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Yusril hanya tersenyum dan memberikan jawaban diplomatis.
“Tidak komentar. Umur saya sudah 70 tahun. Semuanya saya serahkan kepada Allah. Semoga bangsa Indonesia diberikan pemimpin yang amanah, jujur, pintar dan profesional,” ujarnya dengan nada kenegarawanan.
Pertemuan tersebut ditutup dengan harapan bersama agar bangsa Indonesia ke depan memiliki pemimpin yang tidak hanya kuat secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral dan spiritual yang kokoh demi masa depan bangsa.










