Menu
mediakoran.com

Paskah 2026: Romo Kefas Ingatkan Iman Harus Nyata, Bukan Sekadar Kata

  • Share

MeKo||Bogor

Di tengah kehidupan yang terus berubah dan penuh tantangan, iman sering kali diuji bukan hanya dalam kata-kata, tetapi dalam kenyataan hidup sehari-hari. Dalam momen Jumat Agung dan Paskah, pesan tentang salib dan kebangkitan kembali ditegaskan sebagai dasar yang tidak boleh goyah.

Evangelis Ev. Kefas Hervin Devananda, SH, S.Th., M.Pd.K, yang dikenal sebagai Romo Kefas, menekankan bahwa iman Kristen tidak cukup hanya dipercayai, tetapi harus dihidupi secara nyata dalam setiap aspek kehidupan.

Dalam wawancara bersama awak media di Bogor, ia menyampaikan bahwa banyak orang telah percaya kepada Kristus, tetapi belum sepenuhnya hidup dalam kuasa kebangkitan-Nya.

“Percaya saja tidak cukup. Iman harus terlihat dalam cara kita hidup. Kebangkitan Kristus bukan hanya untuk diyakini, tetapi untuk dialami,” ujarnya.

Sebagai Pemimpin Redaksi Pelita Nusantara Group, sekaligus aktivis dan penggiat budaya, serta rohaniawan di GPIAI Filadelfia Bogor, ia melihat bahwa banyak orang saat ini hidup dalam tekanan, ketakutan, dan ketidakpastian karena tidak benar-benar memahami dasar iman mereka.

Menurutnya, secara teologis, salib adalah penyelesaian atas dosa manusia, sementara kebangkitan adalah bukti kemenangan yang memberi kehidupan baru. Keduanya harus menjadi fondasi dalam menjalani hidup.

“Salib menyelamatkan, tetapi kebangkitan menghidupkan. Tanpa kebangkitan, iman tidak memiliki kekuatan untuk mengubah hidup,” tegas Ev. Kefas Hervin Devananda, SH, S.Th., M.Pd.K.

Ia juga menyoroti bahwa banyak orang masih terjebak dalam pola hidup lama, meskipun telah mengenal iman. Padahal, kebangkitan Kristus membawa perubahan yang seharusnya nyata dalam kehidupan setiap orang percaya.

“Kebangkitan bukan hanya peristiwa, tetapi pengalaman. Ketika seseorang benar-benar hidup dalam kebangkitan, maka hidupnya tidak akan sama lagi,” katanya.

Lebih jauh, ia mengajak umat untuk tidak hanya menjadikan iman sebagai identitas, tetapi sebagai kekuatan yang nyata dalam menghadapi kehidupan.

“Iman harus menjadi jawaban, bukan sekadar pengakuan. Di tengah masalah, di situlah iman bekerja,” ujarnya.

Di tengah arus perubahan zaman, ia juga menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai kebenaran dan tetap hidup dalam prinsip iman yang kokoh.

“Ketika dunia berubah, iman harus tetap teguh. Di situlah orang percaya menjadi terang,” tambahnya.

Menutup pernyataannya, Ev. Kefas Hervin Devananda, SH, S.Th., M.Pd.K menyampaikan pesan kepada seluruh umat Kristen:

“Selamat memperingati Jumat Agung dan selamat menyambut Paskah 2026. Kiranya kita tidak hanya percaya, tetapi benar-benar hidup dalam kuasa kebangkitan Kristus. Tuhan Yesus memberkati.”

Jurnalis: Wanjuntak

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *