MeKo || BOGOR, 4 April 2026
Musyawarah Cabang (MUSCAB) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bogor resmi berakhir hari ini, Sabtu. Kegiatan ini menjadi momen penting dalam regenerasi kepemimpinan partai di tingkat kota sekaligus menyusun strategi untuk menghadapi pesta demokrasi mendatang.
Setelah acara selesai, Sekretaris DPC PKB Kota Bogor, H. Edi Kholki Z, memberikan keterangan khusus kepada awak media Ia menyampaikan bahwa pelaksanaan MUSCAB kali ini memiliki perbedaan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yaitu difokuskan pada penyampaian usulan nama calon Ketua DPC.
“Baru saja selesai kegiatan MUSCAB. Berbeda dengan sebelumnya, kegiatan hari ini lebih banyak membacakan usulan nama calon ketua,” ungkap H. Edi.
Berdasarkan penetapan dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP), terdapat tiga nama yang diusulkan, yaitu Ibu Dewi Patimah, Ibu Hj. Lusiana Nursiadah, dan dirinya sendiri, H. Edi Kholki Zaelani. Selain itu, melalui proses musyawarah tingkat cabang, muncul empat nama tambahan usulan dari peserta, yaitu Paajatirin, drh. Riki Surojun Mino, Suhendar, dan Ahmad Isak.
Secara keseluruhan, terdapat tujuh nama yang akan diserahkan kepada DPP PKB untuk dilakukan uji kelayakan atau fit and proper test. “Ketujuh nama ini akan melalui tahap penilaian oleh DPP. Proses ini akan berakhir dan sekaligus diadakan pelantikan pada tanggal 23 Juli mendatang, jelasnya.
H. Edi menegaskan bahwa seluruh peserta dan pengurus sepakat untuk menerima keputusan yang ditetapkan oleh DPP nanti. “Apapun keputusan yang diambil DPP, kita sepakat untuk samina waatona, siap patuh dan tunduk kepada siapapun yang nanti terpilih menjadi ketua,” ujarnya.
Saat ini, struktur kepengurusan DPC PKB Kota Bogor masih dipimpin oleh Dewi Patimah sebagai Ketua, dirinya sebagai Sekretaris, dan Hj. Lusiana Nursiadah sebagai Bendahara.
Selain membahas kepemimpinan baru, MUSCAB ini juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis. Salah satunya adalah peningkatan kinerja DPC dalam menghadapi Pemilu 2029 mendatang. Pihaknya menargetkan bisa meraih enam hingga tujuh kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Tak hanya itu, penguatan sistem pengkaderan juga menjadi fokus utama. Ke depannya, setiap kecamatan diharapkan mengirimkan dua perwakilan, yaitu Ketua Anak Cabang dan Ketua Dewan Suro, untuk mengikuti program ,pengkaderan yang disusun secara terstruktur.











