MeKo|| Bogor
Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 sekaligus Tasyakur 100 Tahun Jemaat Ahmadiyah di Indonesia, Lajnah Imaillah Indonesia (organisasi perempuan Ahmadiyah) menggelar rangkaian kegiatan bakti sosial di Gedung Baitul Afiyat, Kampus Mubarak Kemang, Kabupaten Bogor, pada Sabtu dan Minggu (30-31/8/2025).
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore ini menghadirkan berbagai layanan untuk masyarakat, mulai dari penjualan sembako murah dengan harga dibawah 50 persen dari pasaran, pemeriksaan kesehatan gratis, pengobatan massal, hingga workshop pemberdayaan UMKM.
Ketua Umum Lajnah Imaillah Indonesia, Prof. Dr. Siti Aisyah Bakrie, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang terus konsisten digelar.
“Baksos ini kami tujukan untuk masyarakat sekitar, dengan maksud membantu mereka yang membutuhkan. Kami ingin membangkitkan UMKM, memberikan layanan kesehatan, serta menghadirkan pelatihan yang bermanfaat. Gedung Baitul Afiyat yang kami bangun pun diperuntukkan bukan hanya untuk kalangan Ahmadiyah, tetapi terbuka bagi masyarakat luas sebagai training center,” ujarnya.
Selain baksos, Lajnah Imaillah juga mengadakan workshop parenting digital bagi para ibu, sebagai upaya melindungi anak dari konten digital yang tidak sesuai usianya. Dalam kegiatan ini, peserta diajak memahami pentingnya membudayakan penggunaan gawai secara bijak, termasuk membiasakan diri untuk tidak memainkan ponsel di masjid.
Program pendidikan anak juga menjadi perhatian khusus. Melalui kegiatan Nasyirat, Lajnah Imaillah membina anak-anak usia dini dengan pendekatan literasi berbasis metode whole language. Para guru PAUD di Kecamatan Kemang turut mendapatkan pelatihan agar mampu mengajarkan membaca dengan cara yang menyenangkan.
“Kami ingin anak-anak mencintai literasi sejak dini. Dengan metode cerita, mereka bisa belajar membaca tanpa merasa terbebani. Hasilnya cukup efektif bagi anak-anak binaan kami,” jelas Prof. Siti Aisyah.
Lebih dari sekadar program sosial, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata implementasi slogan Ahmadiyah, “Love for All, Hatred for None.”
“Kami tidak membalas kebencian dengan kebencian. Bahkan meski pernah ada ujaran kebencian terhadap kami, kami justru secara rutin mendonorkan darah ke PMI. Bahkan kami tercatat sebagai organisasi legal terbesar di Indonesia yang mendonorkan mata untuk kepentingan orang lain setelah kami tiada. Bagi kami, cinta kasih harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” tegasnya.
Meski diakui masih ada pihak-pihak yang belum memahami Ahmadiyah dengan baik, Prof. Siti Aisyah menegaskan bahwa organisasinya tetap membuka diri untuk bersilaturahmi.
“Kami sama-sama muslim, dan perbedaan seharusnya tidak jadi alasan untuk memutus silaturahmi. Sebagai organisasi legal di Indonesia, kami ingin berkontribusi positif bagi agama, bangsa, dan negara,” pungkasnya.
Kegiatan bakti sosial ini sekaligus menjadi ajang mempererat silaturahmi antara masyarakat sekitar dengan jemaat Ahmadiyah. Ribuan peserta hadir memadati Gedung Baitul Afiyat, membawa semangat kebersamaan, kepedulian, dan cinta kasih dalam perayaan kemerdekaan bangsa.