MeKo|| Bogor
Grand Launching Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Jabal Quran di bawah naungan Pemberdayaan Perempuan Umat Indonesia (PPUMI) resmi digelar pada Selasa, 23 Desember 2025.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mendukung program nasional peningkatan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak usia sekolah.
Hadirnya SPPG diharapkan mampu memberikan pelayanan gizi secara terintegrasi, mulai dari edukasi gizi, penyediaan makanan sehat dan bergizi, hingga pemantauan tumbuh kembang anak secara berkelanjutan. Program ini juga menjadi bagian dari upaya strategis menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.
Acara grand launching tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, diantaranya Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hidayana, Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA, Ketua Umum PPUMI, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqqin, perwakilan Ketua DPRD Kota Bogor, serta jajaran pimpinan lembaga keuangan dan perbankan, termasuk Bank Indonesia, Bank Mandiri, LPDB, dan mitra pembiayaan lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua Umum PPUMI Dr. Lunifah Sanwani menegaskan bahwa program SPPG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan perempuan dan dakwah sosial.
“Kami ingin mengoptimalkan potensi perempuan, tidak hanya dalam peran sosial, tetapi juga dalam program nasional. Program makan bergizi gratis kami maknai sebagai ladang dakwah. Selain memenuhi kebutuhan fisik, kami tambahkan penguatan spiritual melalui kajian dan ngaji wajib bagi para relawan,” ujarnya.
Ia menyebutkan, dari total relawan yang direkrut, 70 persen merupakan perempuan dan 30 persen laki-laki. PPUMI juga menggandeng sejumlah mitra perbankan, seperti Bank Mandiri dan Bank Indonesia, serta membangun fasilitas tiga dapur terintegrasi sebagai pusat operasional SPPG.
Tak hanya itu, PPUMI turut memberdayakan pelaku UMKM, pedagang kecil, petani, dan masyarakat lokal di wilayah Bogor sebagai bagian dari ekosistem program SPPG.
Sementara itu, perwakilan Pemerintah Kota Bogor menyampaikan bahwa saat ini terdapat sekitar 91 SPPG, dengan 65 di antaranya telah aktif beroperasi. Setiap SPPG ditargetkan mampu melayani hingga 2.500 penerima manfaat.
“Dukungan mitra pelaksana dan partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini. Mari kita jaga bersama agar SPPG benar-benar memberikan dampak positif, tidak hanya hari ini, tetapi juga untuk masa depan Kota Bogor dan generasi penerus bangsa,” ujarnya.
Dengan kolaborasi lintas sektor dan pendekatan terintegrasi, SPPG MBG-PPUMI diharapkan menjadi model nasional dalam membangun ketahanan gizi sekaligus pemberdayaan sosial berbasis komunitas.











