MeKo|| Jawa Barat
PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Beban Jawa Barat (UP2B Jabar) menyatakan kesiapan penuh dalam mengawal pasokan listrik untuk mendukung pertumbuhan pesat industri data center dan transformasi digital di Jawa Barat. Komitmen ini dibuktikan dengan penyiapan infrastruktur jaringan tegangan tinggi serta sistem operasi yang mumpuni guna melayani kebutuhan daya pelanggan raksasa teknologi dunia, termasuk pusat data milik Microsoft yang tengah dikembangkan di wilayah tersebut.
Peningkatan kebutuhan daya dari pelanggan Tegangan Tinggi (TT) pada tahun 2025 ini direspon PLN melalui penguatan jaringan secara masif, kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang andal, serta penerapan skema kerja sama Business to Business (B2B) yang fleksibel. Langkah strategis ini menempatkan Jawa Barat sebagai titik pusat pertumbuhan industri digital nasional yang didukung oleh keandalan energi listrik.
Manager PLN UP2B Jabar, Santo Kardono, menjelaskan bahwa pihaknya telah memetakan dan menyiapkan seluruh jalur infrastruktur kelistrikan, termasuk koneksi jaringan tegangan tinggi menuju gardu pelanggan. Dari sisi hulu hingga hilir, PLN memastikan berada dalam posisi siap untuk melayani lonjakan permintaan listrik dari industri berskala besar. PLN terus berkoordinasi secara intensif dan tinggal menunggu kesiapan internal dari masing-masing pelanggan untuk proses sinkronisasi daya.
Kerja sama antara PLN dan Microsoft dilakukan melalui skema B2B. Sebagai Konsumen Tegangan Tinggi (KTT), Microsoft mengambil suplai listrik langsung dari jaringan 150 kV dan membangun gardu induk mandiri dengan teknologi Gas Insulated Switchgear (GIS) yang canggih. Mengingat karakteristik data center yang memerlukan kualitas daya stabil dengan tingkat keandalan tinggi serta sistem proteksi berlapis, PLN menerapkan standar operasional khusus demi mendukung kelancaran ekosistem digital tersebut.
Pertumbuhan zona khusus data center di Jawa Barat, seperti di kawasan Delta Mas, menunjukkan tren yang signifikan seiring kebijakan pemerintah menarik investasi teknologi global. Santo melihat langsung masifnya proyek konstruksi di sana. Aktivitas pembangunan ini tidak hanya soal teknologi, tetapi juga menunjukkan peningkatan penyerapan tenaga kerja dan perputaran ekonomi yang sangat besar di Jawa Barat.
Hingga akhir tahun depan, diproyeksikan akan ada enam pelanggan industri besar yang mulai beroperasi, termasuk Microsoft dan STT GDC asal Singapura. Total kebutuhan daya kolektif dari pelanggan strategis ini mencapai lebih dari 1.300 MVA, sebuah angka yang setara dengan konsumsi listrik untuk sekitar satu juta rumah tangga. Lonjakan permintaan ini juga didorong oleh kehadiran industri berteknologi tinggi lainnya, seperti pabrik baterai kendaraan listrik dan manufaktur skala besar.
General Manager PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban (UIP2B) Jawa, Madura, dan Bali, Munawwar Furqan, menegaskan bahwa dukungan PLN selaras dengan visi transisi energi bersih. Kehadiran data center kelas dunia menjadi momentum bagi PLN untuk membuktikan bahwa Jawa Barat siap menjadi hub industri digital berbasis energi hijau.
Saat ini, Jawa Barat memiliki lebih dari 600 megawatt (MW) pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT), baik milik PLN maupun Independent Power Producer (IPP), dengan total potensi energi hijau mencapai 3.000 MW yang bersumber dari tenaga panas bumi (PLTP), air (PLTA), dan surya (PLTS). Hal ini memastikan bahwa pertumbuhan industri digital di Jawa Barat tidak hanya andal secara teknis, tetapi juga memenuhi tuntutan global akan keberlanjutan lingkungan.











