MeKo||JAKARTA
Forum Borobudur, yakni forum komunikasi beranggotakan 20 DPD dan 42 DPA IKAL Lemhannas, resmi menyatakan tidak lagi mengakui Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar sebagai Ketua Umum DPP IKAL Lemhannas. Sikap ini diumumkan seiring berakhirnya masa bakti Pengurus DPP IKAL Lemhannas periode 2020–2025 pada 5 Oktober 2025 serta kegagalan pelaksanaan lanjutan Munas V IKAL Lemhannas.
Keputusan tersebut dibacakan dalam Musyawarah Nasional Khusus (Munas Khusus) IKAL Lemhannas yang digelar di Hotel Borobudur Jakarta, Jumat (28/11/2025). Pelaksanaan Munas Khusus dilakukan sebagai respons atas deadlock Munas V IKAL Lemhannas pada 23 Agustus 2025 lalu serta tidak adanya tindak lanjut dari DPP.
Menurut Ketua OC Munas Khusus IKAL, Dr. Redy PS, pihaknya telah mengirimkan tiga kali surat imbauan kepada Agum Gumelar terkait penyelenggaraan Munas lanjutan. Namun hingga batas waktu yang ditentukan, tidak satu pun surat tersebut mendapatkan tanggapan.
“Dengan tidak adanya respons, maka Forum Komunikasi DPD-DPD dan DPA-DPA IKAL Lemhannas menilai kepemimpinan beliau telah berakhir dan tidak lagi dapat diakui sebagai Ketua Umum DPP IKAL Lemhannas,” tegas Dr. Redy PS di Jakarta, Selasa (10/12/2025).
Mengacu pada Pasal 22 Anggaran Rumah Tangga (ART) IKAL Lemhannas, Munas Khusus menetapkan Dr. Amran Aminullah sebagai Ketua Tim 9 Presidium Formatur. Tim ini bertugas menyusun komposisi pengurus DPP IKAL Lemhannas periode 2025–2030 serta mendaftarkan hasil Munas Khusus kepada Kementerian Hukum dan HAM.
Kesembilan anggota Tim Presidium Formatur DPP IKAL Lemhannas adalah:
1. Dr. Ir. H. M. Amran Aminullah, SP, M.M – Ketua
2. Dr. Hj. Nieta Hidayani, M.M, M.B.A, M.A.I – Sekretaris
3. Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes, MSc.PH., Ph.D
4. Prof. Dr. I Nyoman Sudyana, M.Sc.
5. Dr. Jan Samuel Maringka, SH, M.H.
6. Prof. Dr. Drs. Rajab Ritonga, B.A, M.S.
7. Dr. Drs. Abdul Rahman Sabara, MS.IS., M.H.
8. Dr. Nuning Rodiyah, M.PdI.
9. Prof. Dr. Ir. Sri Puryono, K.S, M.P.
Dr. Amran menegaskan bahwa Tim Presidium akan bekerja sesuai mandat organisasi, memastikan penyelamatan marwah IKAL Lemhannas serta menjaga keberlanjutan kepemimpinan agar tidak terjadi kekosongan struktur.
“Kami mengajak seluruh alumni Lemhannas bersatu kembali untuk mengembalikan citra dan kehormatan IKAL Lemhannas. Organisasi ini memiliki peran penting sebagai katalisator keutuhan bangsa,” ujarnya.
Ketua OC Munas Khusus, Dr. Redy PS, menjelaskan bahwa Forum Borobudur bermula dari inisiatif sejumlah alumni Lemhannas yang dipimpin Prof. Sukri Palutturi bersama delapan inisiator lainnya. Mereka membentuk Tim Reformasi Penyelamatan Marwah Organisasi IKAL Lemhannas setelah syarat konstitusional untuk melaksanakan Munas Khusus telah terpenuhi.
Forum Borobudur mendapat dukungan luas dari DPD-DPD IKAL Lemhannas seluruh Indonesia, termasuk DPD Kalimantan Barat dan DPD Kalimantan Utara yang mengirimkan mandat resmi untuk mengikuti Rakornas di Jakarta.
Secara keseluruhan, 20 DPD IKAL yang menyatakan dukungan meliputi:
Sumut, Sumbar, Bengkulu, Kepri, Lampung, Babel, Jabar, Jateng, DI Yogyakarta, Jatim, NTT, Kaltim, Kalteng, Kalsel, Kalbar, Kaltara, Sulsel, Sultra, Sulteng, dan Sulbar.
Sementara 42 Angkatan Alumni (DPA) juga memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Munas Khusus.
Menutup hasil Munas Khusus, Dr. Amran kembali menyerukan persatuan seluruh alumni Lemhannas tanpa kecuali.
“IKAL Lemhannas harus kembali ke jati dirinya sebagai penjaga nilai kebangsaan dan ketahanan nasional. Ini momentum untuk memperbaiki, menyegarkan, dan memulihkan marwah organisasi,” tegasnya.











