MeKo|| Jakarta
Sebagai langkah strategis memperkuat tata kelola sumber daya manusia dalam mendukung pelaksanaan Program MBG, Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi (SDMO) melaksanakan Sosialisasi Regulasi Kepegawaian di lingkungan Badan Gizi Nasional selama dua hari, 25–26 Februari 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum penting guna memastikan seluruh pegawai memahami regulasi kepegawaian dan mengimplementasikan aturan tersebut secara selaras, profesional, dan berintegritas, dengan diikuti sekitar 92 Peserta yang terdiri dari Kepala KPPG dan Kepala Sub Bagian KPPG se-Indonesia, serta perwakilan kedeputian maupun unit kerja di lingkungan BGN.
Wakil Kepala BGN Bidang Pengembangan Organisasi dan Hubungan Kelembagaan, Lodewyik Pusung, dalam sambutannya menegaskan bahwa organisasi yang tertata dengan baik menjadi prasyarat mutlak untuk mencapai tujuan yang besar.
Menurutnya, tidak ada organisasi yang tidak terstruktur dengan baik dapat meraih keberhasilan yang optimal.
“Organisasi dalam suatu badan itu adalah hal yang sangat mutlak. Tidak ada ceritanya mencapai suatu tujuan kalau organisasinya tidak benar. Boleh tunjukkan kepada saya, ada tidak organisasi yang tidak terstruktur dan dia berhasil?,” tegas Pusung, Rabu (25/2).
Ia menambahkan, organisasi harus ditata sedemikian rupa agar dapat bekerja secara efektif dan efisien guna mencapai tujuan besar BGN, yaitu memberikan asupan gizi melalui Program MBG kepada 82,9 juta penerima manfaat, bahkan berpotensi lebih.
Sementara itu, Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi (SDMO), Rahman, menyatakan bahwa pihaknya mengemban amanah yang sangat besar dalam pengelolaan SDM BGN. Hingga kini, kekuatan SDM BGN terdiri atas 756 pegawai di kantor pusat dan lebih dari 32.000 pegawai yang tersebar di KPPG dan SPPG di seluruh wilayah Indonesia.
Mengelola total sekitar 32.756 pegawai yang tersebar dari Sabang sampai Merauke bukanlah hal yang mudah. Tantangan geografis, disparitas infrastruktur, serta dinamika sosial di berbagai daerah menuntut adanya pemahaman yang sama terkait regulasi kepegawaian di Indonesia.
“Harapan kami kegiatan ini mampu membangun semangat, pertama kolaborasi, mengingat sebaran pegawai kita yang luas dan memerlukan sinergi pusat dan daerah. Kedua, integritas menjadi garda terdepan pemenuhan gizi bangsa. Ketiga, semangat berakhlak guna memastikan setiap insan di BGN memiliki nilai pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif,” ujar Rahman.
*Biro Hukum dan Humas*
*Badan Gizi Nasional*











