MeKo||Jakarta
PT Hakaaston (HKA) tengah mematangkan persiapan teknis untuk memulai rangkaian pekerjaan perkerasan pada proyek pembangunan Jalan Akses Tol Patimban, Jawa Barat. Dalam proyek ini, HKA akan melaksanakan pekerjaan struktur perkerasan jalan yang mencakup produksi dan penghamparan campuran aspal panas (hotmix), serta penjajakan keterlibatan pada lapisan pondasi jalan berupa sub-base dan Cement Treated Base (CTB).
Saat ini, kondisi lapangan masih berada dalam tahap pengerjaan tanah dan preloading untuk memastikan kestabilan tanah dasar (settlement). Mengingat proyek ini merupakan pembangunan jalur tol baru (greenfield), HKA memfokuskan persiapan pada kesiapan produksi material dan perencanaan logistik yang matang sebelum tahap perkerasan mulai dilaksanakan, yang direncanakan berlangsung sekitar bulan Juni mendatang.
Direktur Operasi HKA, Martin Nababan, menjelaskan bahwa tantangan utama pada pekerjaan ini terletak pada pengelolaan rantai pasok material yang sangat padat. “Kebutuhan volume material perkerasan untuk akses Patimban ini cukup besar dengan waktu pelaksanaan yang relatif singkat. Fokus utama kami saat ini adalah mengamankan sumber (source) material batu di wilayah Jawa Barat yang kompetitif, serta memastikan efektivitas operasional agar seluruh tahapan perkerasan, mulai dari lapisan pondasi hingga aspal, dapat berjalan sesuai jadwal,” ujarnya.
Seluruh pelaksanaan pekerjaan mengacu pada standar teknis Bina Marga yang tertuang dalam Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) kontrak. Melalui penerapan SOP Quality Control yang ketat dan koordinasi aktif dengan pemangku kepentingan setempat, HKA berkomitmen memastikan hasil perkerasan memiliki durabilitas tinggi untuk mendukung beban lalu lintas logistik di kawasan tersebut.
Proyek Jalan Akses Tol Patimban yang ditargetkan rampung pada Desember 2026 ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas menuju pelabuhan. Setelah masa konstruksi selesai dan mulai beroperasi, HKA juga telah menyiapkan program pemeliharaan rutin guna menjaga kinerja perkerasan tetap optimal dalam jangka panjang.











