MeKo|| Bogor
Pemerintah Kelurahan Atang Sanjaya, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan tahun 2026, Jum’at (15/1) sebagai bagian dari penyusunan perencanaan pembangunan tahun 2027.

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mendorong potensi lokal agar mampu bersaing secara luas, termasuk di sektor ekonomi kreatif.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Kasi Ekbang) Kelurahan Atang Sanjaya, Ayi, menyoroti besarnya potensi batik Indonesia yang kini telah dikenal hingga mancanegara. Ia menyampaikan bahwa batik Indonesia tidak hanya diminati di dalam negeri, tetapi juga telah menembus pasar internasional, salah satunya Rusia.
“Batik Indonesia ini sudah mendunia dan diminati banyak negara, termasuk Rusia. Namun yang menjadi kendala, pembatik kita masih kurang berani untuk memasarkan produknya secara langsung,” ujar Ayi.
Ia menjelaskan bahwa saat ini terdapat beberapa kelompok pembatik aktif yang sebenarnya telah memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Namun, sebagian besar pembatik masih memilih untuk fokus pada proses produksi tanpa berani tampil langsung mengakui dan memasarkan hasil karyanya.
“Batik-batik ini, ada sekitar lima yang aktif. Secara sosial media sebenarnya boleh, tapi pembatiknya tidak berani untuk langsung mengakui. Jadi lebih memilih produksi saja, setelah jadi baru disalurkan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ayi mengungkapkan bahwa produk batik Indonesia telah diekspor ke berbagai negara. Menurutnya, jaringan hubungan sosial dan kekeluargaan turut berperan dalam memperluas distribusi batik ke luar negeri.
“Sudah keluar ke Rusia, sudah ke mana-mana. Misalnya ada hubungan silaturahim kekeluargaan, itu sangat bagus. Bisa kirim dari Rusia ke Bandung, bahkan pernah dipakai bupati saat pameran,” jelas Ayi.
Melalui Musrenbang ini, Ayi berharap ke depan para pembatik lokal dapat lebih percaya diri dan berani memasarkan produknya secara mandiri, sekaligus terus meningkatkan kualitas batik agar mampu bersaing di pasar internasional. Ia menegaskan bahwa dukungan perencanaan pembangunan yang tepat akan menjadi kunci dalam mendorong kemajuan ekonomi kreatif di tingkat kelurahan.
Musrenbang Kelurahan Atang Sanjaya sendiri diharapkan dapat menghasilkan program-program prioritas yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. (imas)











