MeKo || JAKARTA
Panglima Satuan Tugas Bela Wartawan (Satbel Pers) Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (DPP PWDPI), Dedi Supiandi, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap upaya Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam memberantas berbagai tindak pidana, mulai dari narkoba, perjudian online (judol), korupsi, hingga pungutan liar (pungli).
Mewakili jajaran Satbel Pers DPP PWDPI, Dedi menegaskan kesiapan organisasinya untuk bersinergi dengan Polri, TNI, dan pemerintah dalam mendukung terciptanya keamanan, ketertiban, serta perlindungan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
Menurut Dedi, pemberantasan berbagai bentuk kejahatan harus dilakukan secara konsisten, profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu. Penegakan hukum yang adil dinilai menjadi salah satu kunci utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.
“Sebagai bagian dari elemen masyarakat pers, kami mengapresiasi upaya pemberantasan narkoba, perjudian online, korupsi, dan pungli. Kami berharap langkah tersebut dilaksanakan secara berkelanjutan, profesional, dan berkeadilan demi kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Dedi Supiandi.
Satbel Pers Bukan Sekadar Pengawal Wartawan
Dedi menjelaskan, Satbel Pers DPP PWDPI tidak hanya berorientasi pada perlindungan keselamatan wartawan dan jurnalis ketika menjalankan tugas jurnalistik. Lebih dari itu, organisasi tersebut ingin turut berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keamanan, ketertiban, dan persatuan bangsa.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa setiap kegiatan Satbel Pers harus tetap berpedoman pada hukum dan ketentuan yang berlaku, tanpa mengambil alih tugas maupun kewenangan aparat penegak hukum.
“Satbel Pers ingin hadir sebagai bagian dari elemen masyarakat yang ikut menjaga persatuan dan mendukung terciptanya situasi yang aman serta kondusif. Kami siap bersinergi dengan TNI, Polri, dan pemerintah sesuai tugas serta kewenangan masing-masing,” tegasnya.
Ia juga menilai perlindungan terhadap wartawan merupakan hal penting agar insan pers dapat menjalankan tugas secara aman, independen, dan profesional dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
PWDPI Jadi Wadah Insan Pers dari Berbagai Media
Lebih lanjut, Dedi menyampaikan bahwa PWDPI merupakan wadah bagi wartawan dan jurnalis dari berbagai media yang berkomitmen terhadap profesionalisme, integritas, serta tanggung jawab jurnalistik.
Berdasarkan data internal organisasi yang disampaikan Dedi, PWDPI menaungi kurang lebih 1.000 media dengan sekitar 15.000 wartawan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Ia berharap jaringan tersebut dapat menjadi kekuatan positif dalam menyampaikan informasi yang akurat, mencerdaskan masyarakat, serta mendukung kehidupan demokrasi yang sehat.
“Wartawan memiliki tanggung jawab besar melalui karya jurnalistiknya. Karena itu, saya mengajak seluruh insan pers yang tergabung dalam PWDPI untuk terus meningkatkan profesionalisme, menjaga integritas, menaati Kode Etik Jurnalistik, serta menyajikan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” ungkapnya.
Menurut Dedi, pers tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga menjalankan peran sebagai kontrol sosial. Fungsi tersebut harus dilaksanakan secara independen, objektif, berimbang, dan berdasarkan fakta, bukan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.
Berharap Kapolri Baru Perkuat Penegakan Hukum yang Berkeadilan
Dalam kesempatan tersebut, Dedi Supiandi juga menyampaikan harapannya kepada Kapolri yang disebutnya sebagai Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto agar Polri semakin memperkuat kepercayaan masyarakat melalui pelayanan publik yang profesional, transparan, humanis, dan berkeadilan.
Ia berharap seluruh jajaran kepolisian senantiasa menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dengan menjunjung tinggi prinsip kesetaraan di hadapan hukum.











