Menu
mediakoran.com

Tanam 2000 Pohon, Kodim 0508/Depok Perkuat Langkah Hadapi Dampak Perubahan Iklim

  • Share

MeKo || DEPOK

Upaya menjaga lingkungan sekaligus mengantisipasi dampak cuaca ekstrem terus dilakukan Kodim 0508/Depok. Tak hanya melalui penghijauan, jajaran Kodim juga mengerahkan armada water tank untuk membantu mengurangi debu di jalan serta mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang mengalami keterbatasan air.

Langkah tersebut dilakukan dalam rangkaian kegiatan penanaman pohon yang digelar serentak di berbagai wilayah Indonesia pada Rabu (9/9/2026).

Di wilayah hukum Kodim 0508/Depok, sekitar 400 pohon ditanam. Jenisnya beragam, mulai dari tanaman buah hingga tanaman keras yang diharapkan dapat memberikan manfaat ekologis dan sosial dalam jangka panjang.

Dandim 0508/Depok Kolonel Inf Ginanjar Wahyutomo mengatakan, gerakan penghijauan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi merupakan bagian dari upaya menghadapi perubahan iklim dan kondisi cuaca yang semakin ekstrem.

“Dengan semakin banyaknya penanaman pohon di berbagai wilayah, kita dapat membantu mengurangi dampak negatif perubahan iklim dan pemanasan global, terutama di tengah kondisi cuaca yang semakin ekstrem,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan lingkungan di kawasan perkotaan seperti Depok membutuhkan langkah yang tidak hanya berorientasi pada jangka panjang, tetapi juga menyentuh persoalan yang dirasakan masyarakat saat ini.

Salah satunya adalah persoalan debu yang dapat mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga.

Kodim 0508/Depok pun mengerahkan armada water tank untuk melakukan penyiraman di sejumlah ruas jalan utama, di antaranya Jalan Margonda Raya, kawasan GDC, serta sejumlah lokasi lainnya.

Penyiraman dilakukan untuk membantu menekan penyebaran debu di jalan. Selain itu, personel juga membagikan masker di sejumlah titik sebagai langkah antisipasi terhadap dampak debu bagi kesehatan masyarakat.

“Selain penyiraman jalan, kami juga membagikan masker di beberapa titik sebagai upaya mengantisipasi dampak terhadap kesehatan masyarakat,” katanya.

*Siapkan Enam Water Tank untuk Bantuan Air Bersih*

Tak hanya persoalan debu, keterbatasan air bersih juga menjadi perhatian Kodim 0508/Depok, khususnya di sejumlah wilayah yang terdampak kondisi kemarau.

Dandim menyebut pihaknya memiliki armada motor tank dan sekitar enam unit water tank yang tersebar di sejumlah Koramil dan dapat diberdayakan untuk membantu masyarakat.

Sejumlah distribusi air bersih bahkan telah dilakukan di wilayah Sawangan dan Pancoran Mas. Bantuan serupa juga disalurkan hingga wilayah Ujung Gebe, Bogor.

“Apabila masih ada masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih, kami siap untuk memberikan dukungan,” tegasnya.

Menurutnya, keberadaan armada tersebut diharapkan dapat mempercepat respons ketika masyarakat membutuhkan pasokan air bersih, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air.

*UII Komitmen Pertahankan 80 Persen Area Hijau*

Semangat penghijauan juga mendapat dukungan dari lingkungan UII. Kepala Pemeliharaan Umum UII, Hidayat, mengatakan pihaknya akan terus memperkuat sinergi dengan Forkopimda, Pemerintah Daerah, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), TNI, serta Polri.

Menurut Hidayat, sinergi tersebut sebenarnya telah berjalan sejak 2022 melalui kegiatan penanaman pohon secara periodik.

Komitmen tersebut semakin penting karena berdasarkan ketentuan Koefisien Dasar Bangunan (KDB), kawasan UII hanya dapat dibangun maksimal 20 persen. Artinya, sekitar 80 persen lahan diarahkan tetap menjadi area hijau.

“Jadi, kami masih memiliki pekerjaan rumah untuk terus melakukan penghijauan dan mengembalikan fungsi lahan sebagai paru-paru lingkungan,” ujar Hidayat.

Dengan luas keseluruhan lahan sekitar 140 hektare, hampir 100 hektare di antaranya diarahkan menjadi ruang terbuka hijau. Sementara dalam dokumen AMDAL, terdapat sekitar 23 hektare yang diperuntukkan sebagai area resapan air.

Hidayat mengatakan, area resapan tersebut telah dibersihkan. Bahkan di bagian depan kawasan telah terbentuk area menyerupai danau yang saat ini masih menunggu proses pengeringan karena berkaitan dengan aset Pemerintah Provinsi.

Karena itu, koordinasi dengan pemerintah terus dilakukan agar pengelolaan dan penghijauan di kawasan tersebut dapat berjalan secara bersama-sama.

“Untuk aset yang menjadi tanggung jawab kami, tentu akan kami bersihkan dan rawat. Sementara untuk aset pemerintah, kami koordinasikan agar program penghijauannya dapat berjalan bersama,” jelasnya.

*16 Ribu Pohon Ditanam Sejak 2022*

Komitmen penghijauan UII bukan sekadar rencana. Sejak 2022, tercatat sekitar 16.000 pohon telah ditanam melalui berbagai program kolaborasi bersama DLHK, TNI, kepolisian, maupun sejumlah mitra.

Bibit tanaman di antaranya diperoleh melalui persemaian dan dukungan berbagai pihak yang turut menyumbangkan tanaman.

Jenis pohon yang ditanam pun beragam. Mayoritas merupakan tanaman kayu keras seperti mahoni dan sengon, serta tanaman buah seperti mangga, alpukat, dan nangka.

Ke depan, Hidayat berharap sinergi antara UII, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan DLHK dapat terus dipertahankan.

“Komitmen kami adalah melakukan penghijauan secara berkelanjutan sampai target 80 persen area hijau di lingkungan UII benar-benar dapat terpenuhi,” pungkasnya.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa upaya menjaga lingkungan tidak cukup dilakukan dengan menanam pohon semata. Di tengah perubahan cuaca dan persoalan lingkungan perkotaan, penghijauan, pengendalian debu, hingga pemenuhan kebutuhan air bersih perlu berjalan beriringan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *