MeKo || BOGOR
Sebanyak 44 pelaku UMKM yang berasal dari 9 kota di Indonesia kini sedang diproses untuk menembus pasar ekspor ke Malaysia, melalui kerja sama antara pembinaan UMKM dengan KBRI Kuala Lumpur dan Kementerian Perdagangan. Upaya ini merupakan kelanjutan keberhasilan sebelumnya yang telah meloloskan 14 UMKM ke pasar tersebut.
Nur Devi Rosita, selaku Ketua Pembina UMKM, menyampaikan hal tersebut saat diwawancarai media.
Peserta yang berjumlah 44 orang ini berasal dari sembilan kota Madiun, Brebes, Surabaya, Tangerang, Bekasi, dan lainnya yang produknya sekarang sedang diproses untuk dipasarkan ke Malaysia. Ini berkat kerja sama dengan KBRI Kuala Lumpur dan Kementerian Perdagangan untuk memprospek produk-produk unggulan kita masuk ke pasar sana,” ujar Nur Devi Rosita.
Dukungan Lengkap Mulai dari Logistik hingga Kemitraan
Ia menjelaskan bahwa proses ini didukung oleh berbagai pihak yang telah berpengalaman di bidang ekspor.
Dalam katalog kami tercatat 134 produk. Masalah pengiriman dan logistik ditangani oleh JSW Logistik bersama Ibu Mersih Manurung. Di antara pendamping kami juga ada Ibu Nita, pemilik usaha yang sudah lama mengekspor ke Malaysia, serta Ibu Iis yang juga eksportir kerajinan tangan. Kami juga didukung oleh Bapak Rijal Parijal, mantan pejabat fungsi ekonomi KJRI Johor Bahru yang kini bertugas di Kementerian Luar Negeri — beliau yang membuka jalan sekaligus menjadi inspirasi bagi kami semua untuk bisa menembus pasar Malaysia,” jelasnya.
Kegiatan ini juga telah melahirkan Katalog Produk Nusantara Jiponesion”, yang telah dikirim ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di luar negeri.
“Alhamdulillah, dari upaya ini sudah ada 14 UMKM yang berhasil menembus pasar ekspor ke Malaysia. Kini ada 44 peserta baru dari sembilan kota yang sedang diproses. Sebenarnya peluang ini sudah ada sejak lama, namun pendampingan dan fasilitas baru secara khusus dimulai tahun ini,” tambahnya.
Kualitas Produk UMKM Indonesia Dinilai Unggul
Nur Devi sangat optimis produk-produk lokal dapat bersaing bahkan lebih unggul dibanding produk negara lain.
“Harapan kami produk-produk ini dapat diterima dengan baik di sana. Bagi siapa saja yang sering ke luar negeri, kualitas produk Indonesia itu memang paling enak dan istimewa. Produk serta kemasan buatan UMKM kita, kualitasnya justru berada di atas produk-produk negara lain,” tegasnya penuh percaya diri.
Dengan adanya upaya pembinaan dan kemitraan strategis ini, diharapkan semakin banyak produk unggulan buatan dalam negeri yang dikenal, dicintai, dan dapat bersaing di pasar internasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha kecil menengah di seluruh Indonesia.











