Menu
mediakoran.com

Pangdam III/Siliwangi Perkuat Gerakan Pelestarian DAS Citarum dari Hulu Citarum Bersih Dimulai dari Hulu, Pangdam III/Siliwangi Ajak Semua Elemen Bergerak

  • Share

MeKo | Kertasari, Kabupaten Bandung – Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., melaksanakan kunjungan kerja ke Situ Cisanti, wilayah Sektor 1 Satgas Citarum, Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan dan menjaga keberlangsungan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.

Dalam kunjungan tersebut, Pangdam III/Siliwangi didampingi Dansatgas Citarum serta jajaran terkait melakukan peninjauan langsung kawasan Situ Cisanti yang dikenal sebagai kawasan hulu sekaligus titik nol kilometer Sungai Citarum. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lingkungan serta berbagai upaya yang telah dilaksanakan dalam menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan tersebut.

Selain melakukan peninjauan, Pangdam III/Siliwangi bersama jajaran juga melaksanakan kegiatan penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan penaburan bibit ikan nila dan ikan mas ke Situ Cisanti serta penuangan ecoenzyme sebagai bagian dari kegiatan kepedulian terhadap ekosistem perairan.

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., menyampaikan bahwa Situ Cisanti memiliki arti penting karena merupakan kawasan yang menjadi titik awal aliran Sungai Citarum.

“Hari ini kita sedang berada di nol kilometernya Citarum, yaitu Cisanti, bersama dengan Dansatgas Citarum, kepala desa, tokoh masyarakat, dan adik-adik anak SD,” ujar Pangdam III/Siliwangi.

Menurut Pangdam, keberadaan Sungai Citarum tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, kesadaran untuk menjaga lingkungan harus ditanamkan sejak dini, termasuk kepada generasi muda.

“Kita bersama-sama menjaga lingkungan supaya Daerah Aliran Sungai Citarum tetap bersih dan terjaga. Airnya dapat mengalir tanpa membawa sampah, termasuk kotoran hewan,” tegasnya.

Pangdam juga memberikan perhatian terhadap persoalan limbah peternakan yang masih dapat ditemukan di sekitar lingkungan masyarakat. Ia mengingatkan agar kotoran hewan tidak dibuang ke sungai karena selain dapat mencemari lingkungan, limbah tersebut sebenarnya masih dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomis.
“Kotoran hewan kalau dikelola dengan baik bisa memiliki nilai ekonomis, bisa menjadi pupuk. Jadi jangan buang kotoran hewan ke sungai,” kata Mayjen TNI Kosasih.

Ia menegaskan, menjaga kelestarian alam harus menjadi kebiasaan dan tanggung jawab bersama. Menurutnya, lingkungan yang terjaga akan memberikan manfaat kembali kepada masyarakat dalam bentuk air yang bersih, lingkungan yang sehat, serta ekosistem yang tetap lestari.

“Kita jaga alam, pasti alam jaga kita,” pesan Pangdam.

Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengajak masyarakat semakin peduli terhadap kondisi lingkungan di sekitar Situ Cisanti. Penanaman pohon diharapkan dapat membantu menjaga kelestarian kawasan, sementara penebaran bibit ikan menjadi bagian dari upaya menjaga kehidupan ekosistem perairan di Situ Cisanti.

Selain kegiatan lingkungan, Pangdam III/Siliwangi juga memberikan bantuan sosial berupa sembako kepada warga masyarakat Desa Tarumajaya. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat dan menjadi bentuk kepedulian serta perhatian TNI terhadap masyarakat yang berada di sekitar kawasan DAS Citarum.
Kunjungan kerja tersebut turut dihadiri Dansatgas Citarum 2026, Pjs. Dansektor 1, Dansektor 2 dan Dansektor 3, Kepala Desa Tarumajaya, perwakilan BBWS, anggota Satgas Citarum, serta tokoh masyarakat Desa Tarumajaya.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan sinergi antara TNI, pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga DAS Citarum semakin kuat. Kepedulian terhadap lingkungan di kawasan hulu diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk menjaga kualitas air dan kelestarian Sungai Citarum dari hulu hingga hilir.

Situ Cisanti bukan hanya menjadi kawasan penting bagi keberadaan Sungai Citarum, tetapi juga menjadi simbol pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga alam.

Kalakhar Satgas Citarum Harum serta BBWS berjalan sukses berkat dukungan dari Yayasan Budha Tsu Chi, KPBS, Ultra Jaya, PTPN dan PT.Lonsum, hadiri 250 masyarakat penerima sembako, dan 200 pelajar.

Dengan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, upaya mewujudkan Citarum yang bersih, sehat, dan lestari dapat terus dilakukan secara berkesinambungan.**

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *