MeKo || BOGOR
Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, resmi digelar hari ini, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan ini disiapkan sebagai wujud tindak lanjut surat edaran dari Bupati Bogor, sekaligus menjadi wadah bagi warga, mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa, untuk menyalurkan bakat dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Sekretaris Camat Ciampea, Febriyanti, S.STP., M.Si., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara ini dengan lancar. Sebanyak 101 peserta telah mendaftar dan bersaing dalam dua cabang utama, yaitu tilawah putra-putri dan tahfidz putra-putri.
“Alhamdulillah kami persiapkan kegiatan ini setelah ada surat edaran dari Bupati Bogor. Hari ini, 8 Agustus 2026, kami melaksanakan MTQ tingkat kecamatan dengan 101 peserta yang terdiri dari kalangan anak-anak, remaja, hingga dewasa,” ujar Febriyanti saat ditemui awak media.
Untuk menjamin kualitas penilaian yang adil dan profesional, panitia menghadirkan dewan juri yang tidak hanya berasal dari lingkungan kecamatan, melainkan juga dari luar kecamatan bahkan luar kota. Hal ini bertujuan agar penilaian objektif dan mampu menemukan peserta yang benar-benar unggul.
“Juri kami ada yang dari kecamatan, luar kecamatan, bahkan luar kota. Harapan kami kegiatan berjalan lancar, dan dapat menemukan mutiara-mutiara muda yang selama ini mungkin belum memiliki wadah untuk menunjukkan kedekatan mereka dengan Al-Qur’an. Kami ingin mengenali bibit unggul ini agar kelak bisa menjadi perwakilan di tingkat kabupaten bahkan lebih tinggi lagi,” tambahnya.
Febriyanti juga menekankan bahwa persaingan bersifat sehat. Juara umum bisa diraih oleh siapa saja, ditentukan berdasarkan perolehan nilai terbaik di setiap cabang perlombaan, bukan ditentukan sebelumnya.
Sementara itu, Kepala Desa Cicadas, Haji Ujang Yani, turut menyampaikan kebanggaan dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan keagamaan ini. Ia juga membagikan catatan prestasi yang membanggakan dari desa-desa di wilayah Ciampea.
“Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias. Desa kami pun memiliki catatan prestasi yang manis, Desa Cicadas pernah dua kali meraih juara pawai taaruf. Secara umum, peringkat juara diraih oleh Desa Ciampea Udik di urutan pertama, kemudian Desa Cibuntu di urutan kedua, dan Desa Cicadas di urutan ketiga,” ungkap Haji Ujang Yani.
Kegiatan MTQ ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, melainkan sarana mempererat ukhuwah Islamiyah, membangun karakter generasi muda yang berakhlak mulia, serta memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat Kecamatan Ciampea.











